Balikpapan — Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Balikpapan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Nazhir Wakaf Kota Balikpapan dengan tema “Transformasi Tata Kelola Wakaf Menuju Nazhir Profesional dan Akuntabel Berbasis Digital” pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Bank Indonesia Kota Balikpapan, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Balikpapan, Muhammad Arif Fadillah, yang hadir mewakili Walikota Balikpapan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan tata kelola wakaf yang profesional, transparan, dan berbasis digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Balikpapan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua BWI Kota Balikpapan, Arief Rohman Arofah, S.Sos., MA.Hum, yang menekankan bahwa peningkatan kompetensi nazhir harus diiringi dengan penguatan tata kelola kelembagaan serta pemanfaatan teknologi digital, salah satunya melalui penggunaan aplikasi Satu Wakaf sebagai sistem pendataan, pelaporan, dan monitoring wakaf yang terintegrasi dan akuntabel.
Para pembicara yang hadir dalam kegiatan ini meliputi:
- Dr. H. M. Kusasi, M.Pd (Ketua BWI Kota Balikpapan), yang memaparkan strategi transformasi tata kelola wakaf serta penguatan peran nazhir profesional berbasis digital.
- H. Masrivani, S.Ag, M.H (Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan), yang menyampaikan kebijakan, regulasi, dan sinergi kelembagaan dalam pengelolaan wakaf.
- Umran Usman (Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan), yang menjelaskan dukungan Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah serta digitalisasi pengelolaan wakaf.
- Ilham Cipta Aditama, S.T (Ketua Divisi Wakaf Al Haq), yang memaparkan praktik baik pengelolaan wakaf produktif serta pemanfaatan aplikasi Satu Wakaf dalam pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan wakaf secara transparan.

Kegiatan ini diikuti oleh nazhir wakaf, pengasuh pondok pesantren, perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Balikpapan. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antar-lembaga dalam penguatan ekosistem wakaf dan zakat di daerah.
Sebagai bentuk dukungan kepada peserta, panitia menyediakan sejumlah fasilitas, antara lain Sertifikat Pendaftar Nazhir Wakaf Kota Balikpapan, Sertifikat Sosialisasi, serta materi kegiatan yang dapat diakses secara online.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta, khususnya para nazhir wakaf di Kota Balikpapan, semakin kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memanfaatkan aplikasi Satu Wakaf dalam mewujudkan pengelolaan wakaf yang modern, akuntabel, dan berkelanjutan demi kemaslahatan umat dan penguatan ekonomi syariah daerah.
